Tadi sore saya mewakili Pemerintah Kota Tangerang Selatan bersama dengan Dandim 0506 Tangerang dan Kajari Tangsel menghadiri press conference pembuktian barang sitaan dan pelaku kriminal di Polres Tangsel.
Kami menyambut baik kerjasama yang dilakukan Polres Tangsel dengan Forkopimda dalam memberantas peredaran Narkotika, premanisme, tawuran, dan curanmor yang meresahkan warga masyarakat.
Barang sitaan ini dikumpulkan oleh Polres sejak 2 bulan terakhir, sebanyak lebih dari 900 kg tembakau sintetis, 1.900 butir obat terlarang, dan ratusan senjata tajam untuk tawuran telah diamankan untuk dimusnahkan.
Selain itu terdapat puluhan motor curian yang telah diambil dari para pelaku ranmor, ditahan untuk nantinya dikembalikan kepada para pemilik setelah pembuktian di pengadilan.
Menjelang bulan suci Ramadhan biasa menjadi kesempatan para pelaku kriminal untuk melakukan tindak kejahatan, oleh karena itu diharapkan kepada seluruh masyarakat agar waspada.
Kami akan melakukan peningkatan patroli gabungan dalam mencegah aksi kriminalitas dan juga tawuran. Menyisir tempat hiburan malam, penjual miras, tempat yang disinyalir menjadi peredaran narkotika, dan wilayah rawan tawuran juga curanmor.
Untuk kasus premanisme di salah satu sekolah PAUD di Setu yang kemarin sempat ramai diberitakan, saat ini pelaku sudah dalam penahanan Polres.
Sedangkan 10 anak dan 5 orang guru yang menjadi korban telah kami lakukan trauma healing melalui Dinas Sosial lewat Satgas P2TP2A yang bekerjasama dengan psikolog. Semua anak sudah kembali sekolah seperti biasa, hanya saja 3 orang anak masih mendapatkan konseling lanjutan dalam penyembuhan traumanya.
Terimakasih atas dukungan semua pihak yang menjaga keamanan dan ketertiban di Tangerang Selatan. Semoga di bulan suci Ramadhan, masyarakat merasa aman dan bisa beribadah dengan penuh kehusyukan.
View this post on Instagram









